Minggu, 31 Oktober 2010

Hari Sumpah Pemuda

PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER Pergerakan Mahasiswa Bukti Konkret Kesetiaan terhadap Sumpah Pemuda

FOTO NASKAH SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER - Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Pergerakan Mahasiswa Bukti Konkret Kesetiaan Terhadap Sumpah Pemuda. Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kini, perjalanan sejarah Sumpah Pemuda berusia 82 tahun. Sumpah Pemuda merupakan cikal bakal lahirnya NKRI. Agaknya sejarah terkadang hampir dilupakan. Khususnya di dunia kampus, ada anggapan miring soal sejarah. Baca juga Sejarah G-30-S/PKI Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan tonggak sejarah yang harus diluruskan

Ketua Senat Mahasiswa Unimed, Irwan Lubis mengatakan, makna Hari Sumpah Pemuda merupakan landasan awal bagi mahasiswa sebagai agent of change ataupun social control. Mahasiswa, ujung tombak perubahan Bangsa Indonesia. Karena mahasiswa, masih memiliki sikap idealisme terhadap pemerintahan tanpa adanya kepentingan-kepentingan politik.

Sumpah Pemuda, menurutnya merupakan langkah awal merdekanya NKRI, karena dengan dideklarasikannya Sumpah Pemuda, terlihat pemuda/i Indonesia bersatu untuk satu tujuan yakni memerdekaan Indonesia.

Penerapan Sumpah Pemuda di Unimed, menurut pandangannya saat ini masih tetap menjunjung tinggi Sumpah Pemuda. Ini ditandai dengan mahasiswanya masih dominan bergerak di bidang pergerakan mahasiswa untuk perubahan yang lebih baik ke depan.

Ketika ditanya, mahasiswa saat ini dianggap cenderung melupakan sejarah, Irwan menganggap wacana itu salah. Justru saat ini mahasiswa masih mengingatkan sejarah dan sampai saat ini berusaha untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tidak melupakan sejarah.

Kalau dilihat saat ini justru pemerintah dan masyarakatlah yang melupakan sejarah. Misalnya pemerintah saat ini sudah banyak melupakan pahlawan, peninggalan sejarah maupun dalam pendidikan. Dalam pelajaran sejarah seolah-olah pemerintah menutup-nutupi sejarah kepada generasi mendatang.

"Masyarakat sudah mulai melupakan sejarah ditandai saat HUT RI bagaimana masyarakat harus dipaksa menaikkan bendera Merah Putih dan lain-lain," katanya.

Irwan mengatakan, coba dilihat sekarang, bagaimana mahasiswa selalu memperjuangkan hak rakyat, dan pahlawan. Pemerintah seolah-olah tidak mau tahu, bahkan pemerintah saat ini menganggap mahasiwa sebagai musuh."Yakinlah, mahasiswa tidak pernah gentar dalam mempertahankan kemerdekaan, karena sudah tugas kita semua (mahasiswa, pemerintah, veteran dan masyarakat) untuk hal itu.

Kritisi Pemerintah

Presiden Mahasiswa USU, Paidi, ketika dihubungi di sela-sela aksi unjukrasa setahun kepemimpinan SBY-Boediono di Istana Jakarta, Rabu (20/10) menganggap Sumpah pemuda ditinjau dari sejarah ke belakang ketika itu masih ada terkotak-kotak organisasi kedaerahan atau kesukuan. "Sangat tidak membantu kemerdekaan bangsa pada waktu itu. Lahirlah Sumpah Pemuda untuk menyatukan semuanya," katanya.

Menurutnya, moment Sumpah Pemuda, pemuda harusnya mengambil pelajaran untuk kemajuan bangsa ke depan, pemuda yang notabene generasi penerus untuk kemajuan bukan untuk terpecah belah.

"Kalau di USU, kita percaya kalangan mahasiswa USU saat ini, sudah meninggalkan sukuisme atau golongan, tapi lebih kepada kesatuan dan persatuan bagiamana ke depan memajukan USU," katanya.

Saat ditanya pemuda Indonesia dalam artian mahasiswa selalu kalah dengan mahasiswa asing yang selalu berhasil merubah dunia khususnya di bidang IT dan edukasi, Paidi mengawali Presma USU 11 Maret 2010 mengatakan, ke depan pemuda tidak hanya mengkritisi kebijakan pemerintah. Harus mengimbangi dengan karyanya dan punya tanggungjawab moral."Mengritisi pemerintah, merupakan salah satu tanggungjawab moral agar pemerintah lebih baik," katanya.

Soal kesetiaan mahasiswa USU sendiri terhadap Sumpah Pemuda, mahasiswa khususnya di dalam pemerintahan mahasiswa (Presma) kini membuktikan diri dengan bergabung dalam Aliansi Badan Esksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia. Mulai mencoba bersatu dan menghilangkan sukuisme, kedaerahan seperti dari Jawa, Sumatera atau Kalimantan.

"Hari ini konkret dari BEM se Indonesia kumpul bersama untuk mengkritisi pemerintah. Ini bukti kesetiaan Sumpah Pemuda," kata Paidi yang dalam percakapan melalui telepon terdengar suara-suara orasi.

Paidi juga menyebutkan, saat ini BEM se Indonesia sedang melakukan Musyawarah Nasional (Munas) BEM se Indonesia. Berkumpul dari elemen mahasiswa melakukan aksi di Istana Negara denga tekad menyampaikan, pemerintah telah gagal mensejahtera rakyat Indonesia.

Kesan itu Ada Dirasakan

Di tempat terpisah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut, Juanda Suka mengatakan, Sumpah Pemuda merupakan momentum konsolidasi pemuda Indonesia. Konsesus pemuda untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Makna Sumpah Pemuda akan terjaga bilamana pemuda-pemuda Indonesia terkhusus mahasiswa, terus berupaya untuk berkarya bagi bangsa dan negara.

Sumpa Pemuda, menurutnya merupakan momentum konsolidasi pemuda nasional, momentum persatuan pemuda Indonesia. Karena suport pemuda dalam kemajuan bangsa sangat berarti dan itu akan terwujud bila pemuda bersatu dan memiliki suara yang satu, untuk bersama-sama berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Penerapan sumpah pemuda di kalangan mahasiswa, lanjutnya berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan melakukan kontrol sosial bagi pemerintahan untuk menjalankan amanat rakyat dan amanat konstitusi, agar cita-cita bangsa dan kemajuan Indonesia dapat terealisasi. Terpenting adalah mempersiapkan sebaik mungkin perbekalan setiap pemuda terlebih mahasiswa untuk melanjutkan estapet kepemimpinan bangsa.

Mahasiswa saat ini dinilai cenderung melupakan sejarah, Juanda Suka menilai tidak sepenuhnya benar. Kesan itu bisa dirasakan pada sebahagian mahasiswa. Disinilah sebenarnya fungsi organisasi pemuda dan kemahasiswaaan. Baiknya semua mahasiswa bisa turun serta aktif dalam ormawa, lalu fungsi pengkaderan harus terus ditangkitkan.

"Saya yakin masih cukup banyak mahasiswa idealis yang menjaga nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam aktifitas keseharian mereka. Di sisi lain kurikulum pendidikan nasional terkait sejarah bangsa harus dievaluasi. Pelajaran sejarah di sekolah-sekolah tidak memiliki kesan kuat dan menginspirasi pelajar untuk berbuat maksimal. Hanya selintas pengetahuan yang dipahami sekedarnya saja," katanya.

Soal kesetiaan, Juanda menilai, dengan turun serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan lalu menjadikan organisasi itu punya arti di tengah-tengah masyarakat serta berupaya merangkul beragam pemuda, bukti konkrit bagaimana sebahagian mahasiswa berjuang untuk membumikan nilai-nilai sumpah pemuda.


Hari Sumpah Pemuda, Kapan Hari Sumpah Pemuda, Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Peristiwa Tanggal 28 Oktober, Makna Hari Sumpah Pemuda, Pergerakan Mahasiswa, Hari Sumpah Pemuda dan Peran Mahasiswa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar